Cerita Inspirasi 1: Pengabdian Butuh Pengorbanan

Nama   :           Erlangga Ryansha

NRP    :           H14100132

Laskar  :           29

Rela berkorban, sebuah kata yang sering terucap namun tak mudah terwujud. Sikap inilah yang harus dimiliki setiap insan manusia, tak peduli laki-laki atau perempuan, tua, maupun kaya atau miskin. Berkorban erat kaitannya dengan sifat mengalah demi kepentingan orang lain. Dalam hal ini, saya mengangkat cerita tentang rasa nasionalisme rakyat kita yang seharusnya disertai sikap rela berkorban. Apa relevansinya antara rela berkorban, sifat mengalah, dan nasionalisme? Memang satu dengan yang lain tak begitu saja terhubung tetapi sebenarnya sangat berpengaruh.

Tegakah kita melihat bangsa ini terus terpuruk dan tak berkembang secara signifikan. Sebagai warga negara, kita berkewajiban untuk memajukan bangsa kita. Mengutip perkataan dari salah satu mantan presiden Amerika Serikat bahwa janganlah kita mempertanyakan apa yang telah negara berikan kepada kita tetapi tanyalah pada diri sendiri apa yang telah kita berikan kepada negara. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar, dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia meskipun bukan negara Islam, sudah seharusnya diperhitungkan dalam kancah dunia. Memang kita termasuk dalam APEC, Next Eleven, G20, dan masih banyak lagi, tapi apakah kemudian secara otomatis negara kita lebih disegani dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, dan negara lainnya.

Saya sebagai warga negara turut prihatin bahwa terkadang negara ini masih dianggap lemah bahkan dianggap tidak ada. Kita juga tak punya kekuatan diplomasi yang kokoh, terbukti di Mahkamah Internasional melawan Malaysia, atau mungkin karena takut kita tidak tahu. Belum lagi masalah TKI yang tak akan pernah habis dibahas. Bahkan lebih parah lagi, kita menjadi “pembantu” di negeri sendiri. Coba tengok negara lain yang sudah lebih mapan. Bandingkan, apa yang kurang dengan Indonesia. Sumber daya manusia nya kah? Birokrasi yang masih semrawut kah? Ingat, sumber daya alam, iklim perekonomian yang baik, toleransi antar golongan, keberagaman menjadi modal utama kita. Maka, maksimalkan potensi yang ada dengan sebaik-baiknya.

Marilah bersama-sama kita tunjukkan jati diri bangsa yang sesungguhnya dengan menumbuhkan sifat-sifat luhur dalam diri kita. Rela berkorban salah satunya. Ketika kita telah meraih pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, kembalilah ke Indonesia dan baktikan diri kita untuk membangun negeri. Berkorban usaha, waktu, tenaga, dan uang yang mungkin tak sebanding dengan hasilnya. Saya yakin banyak yang tak menghargai kerja keras kita untuk pembangunan negara tetapi yakinlah bahwa selalu ada pengorbanan dalam setiap pengabdian. Setidaknya begitu bagi para nasionalis sejati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment